KAMI ANAK ANAK BUMI

 

kami anak anak bumi yang sederhana

di lembah bukit

di lereng gunung

di tengah hutan

di pesisir pantai

 

kaki kami telanjang

di tanah becek menggenang

air hujan sodara kami.

 

rambut kami tertiup angin

jatuh ke…punggung bukit

lepas bermain…hingga ke sungai.

 

tangan kami menjulang, sampai

matahari bisa kami bawa pulang

kami jadikan lampu penerang.

 

 

dada kami berisi, bulan

buntang dan awan

sesekali kami nyalakan api

di malam malam hari, lalu

berkidung emak bapak

berkisah sawah padi

ladang jagung

pohon sagu

dan kerbau

dan babi

dan kuda

 

 

kami anak anak bumi yang sederhana

 

kulit kami bewarna tanah

seperti para leluhur kami dahulu

tubuh kami tidak gemuk,

 

tapi sehat

karena kami deberi makan oleh

hutan keramat

tanpa formalin

tanpa boraks

 

kami anak anak bumi yang sederhana

 

sangat jauh dari kota, tapi

 

kami juga sekolah

seperti anak kota

 

setiap pagi

seusai memberi makan matahari

kami pun berangkat pergi

 

ke sekolah

 

yang beratap langit

lantainya, daun kering

dan awan sebagai jendelanya

sebab anginlah dindingnya

 

guru kami jauh datangnya

dari depan rumah kami

 

duduk menerangkan

bersender pada akar

 

sebatang pohon besar

tua lagi bijak

 

di tengah padang, tempat

para ilalang

bunga kecil

serta kumbang

 

buku tulis kami

kulit kami sendiri

 

pena kami

jari telunjuk

yang menunjuk

 

kearah desa tempat kami tinggal

 

biar tak mudah dihapus

atau di gerus

 

zaman

 

kami adalah

 

anak anak bumi yang sederhana

 

kawan.

 

 

05/01/2012